Wednesday, 5 February 2014

USING BLOGGER

Blogging is an important part of who I am as a student. I can use this space to share resources with you, reflect on my own practice and try to figure out how to be a better educator. It is my public reflection on technology, leadership and learning.

Think about when you were in school. You write an essay. Who read it? Most likely the teacher and that is where it ended. You pour hours and hours into reflections on Shakespear, the economic and political effects of wars on society or how plants have evolved over time, yet the only person who read your thoughts are the teacher. Maybe you shared with a close friend or even the class. But generally the world was unaware of your thoughts and feelings.

Blogging changes that for kids. Now the audience is global and anyone can read, and in some cases respond and comment. Kids can post their writing, projects, thoughts and reflections. Teachers can provide prompts or starters and kids can pick up and run with it.

More and more teachers and classrooms are embracing blogging in the classroom. You're thinking about it, but are unsure where to even start or how to get started. Lets take a look at some classroom blogging resources to get started with.

Monday, 27 January 2014

Learning Math? At school? At home? How hard it gets? What is the impact of learning it?

Math has never been a favorite subject of mine and I have never been the insightful mathematician. I struggle even today with challenging, abstract math problems. I excel at math problems that require use of traditional problem solving methodologies though. My passion is to help those who might shy away from math, or feel like I used to about math, so they can build confidence in their own mathematical capabilities, at some level.

Well, selama hampir 12 tahun saya sekolah, Matematika merupakan subjek yang saya sangat tidak sukai, well, tapi bukan berarti saya membencinya. Hanya saja, terkadang Matematika sangat sulit dimengerti. Dan terkadang juga saya sangat mengerti beberapa sub-subjek dalam matematika, seperti aljabar, dan lain-lain. Tapi ketika ulangan, tetap saja terkadang saya mengalami kesulitan, hasilnya terkadang tidak sesuai dengan yang saya harapkan seperti ketika saya masuk ke dalam kelas Matematika, ketika bapak/ibu guru mengajari, sangatlah mudah untuk saya mengerti. Hmmmm, namun saya yakin, saya bukan orang pertama, dan bukan satu-satunya pelajar yang membenci Matematika di bumi ini.

Tapi, dibalik itu semua, tahukah teman-teman dibalik sulitnya Matematika dan dampaknya terhadap kehidupan kita di masa depan? Well, mostly remaja jaman sekarang hanya melihat dan menjudge sesuatu terlalu cepat ketika melihat bagian luar atau bagian fisik seseorang atau suatu hal. An old man once said,

"Don't criticize what you can't understand. Don't judge a book by its cover. You may miss out on a good story..."
Ini berarti, belum tentu apa yang kamu tidak sukai atau kamu benci itu buruk dan tidak baik untuk kamu. Bisa saja, di balik itu semua terdapat banyak pelajaran yang sangat bermakna yang bisa kamu ambil untuk kehidupan kamu yang lebih baik.

Contoh nyatanya dari sebuah subjek di sekolah, Matematika. Matematika memiliki ratusan, mungkin ribuan rumus yang bisa serta dapat anda pelajari di sekolah, untuk kebanyakan orang tingkat kesulitan Matematika memiliki berbagai macam level, dari sangat-sangat sulit, sulit sekali, sulit saja, sulit, normal, mudah, mudah sekali, sangatlah mudah, bahkan sangatlah mematikan hingga membuat kepala ini sakit dan pusing. Banyak pelajar yang berada dalam tingkat kesulitan yang berbeda-beda seperti yang baru saja saya sebutkan.



Dear John,

Aku bermain piano dan nadaku sumbang. Jariku gemetar dan pikirku melayang.
Tak satupun denting nada keluar dari hati.
Aku memikirkanmu, satu hal yang kutau pasti.

Maafkan aku, mungkin tempat yang sesuai untukku hanyalah neraka terdalam,
Maafkan aku, karena membuat malammu terasa kelam,
Maafkan aku, karena merenggut senyum dari harimu,
Maafkan aku, karena berkata palsu menusuk kalbu.

Harapku kau tak menutup jendela atas ruang kosongmu,
Pintaku kau biarkan secercah cahaya dan angin segar merasuk,
Pohonku kau tak akan melupakanmu,
Doaku kau bahagia, lepas dari dingin menusuk,

Doaku,
Kau bahagia, John...